Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 19 April 2015
15.26
|
Di kawasan Anyer kita dapat menyaksikan menara tua yang disebut Mercusuar Anyer. Menara yang di bangun pada masa pemerintahan Z.M. Willem III setinggi 75,5 meter ini terdiri dari 18 tingkat, dibangun pada masa penjajahan Belanda.Dilihat dari prasasti yang tertempel di kaki mercusuar, bangunan yang terbuat dari baja setebal 2,5cm itu sudah berusia lebih dari 170 tahun, tepatnya dibangun pada tahun 1885.
Sampai kini masih berfungsi memandu kapal-kapal yang lalu-lalang di malam hari.
Menara ini diyakini sebagai titik nol jalan Anyer (Banten)-Panarukan (Jawa Timur) yang dibangun Gubernur Jenderal Daendles. Dari sinilah awal mula Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda waktu itu, memulai proyek raksasanya pada 1825.
Daendels membuat jalan ekonomi Anyer-Panarukan sepanjang sekitar 1.000 km. Proyek yang
Label:Sejarah | 0
komentar
15.26
|
Banyak cerita rakyat yang berhubungan dengan proses Islamisasi di Banten salah satunya adalah cerita Syekh Mansyuruddin. Menurut ceritanya Sang syekh adalah salah seorang yang menyebarkan agama Islam di derah Banten Selatan.
Salah satu peninggalannya berupa Batu Qur’an yang sekarang banyak didatangi wisatawan untuk berzirah atau untuk mandi di sekitar patilasan, karena disana ada kolam pemandian yang ditengah kolam tersebut terdapat batu yang bertuliskan Al-Qur’an.
Catatan ini tidak akan membahas tentang Batu Qur’an, hari ini beruntung saya dapat mengunjungi salah satu patilasan sang Syekh. Patilasan yang terletak di Desa Campaka Kampung Garokgek Kecamatan Kaduhejo ini memang tidak begitu dikenal masyarakat dibanding Batu Qur’an. Lokasinya
yang agak masuk kedalam kampung memang akan sulit ditemui pengunjung apalagi ditambah dengan tidak adanya petunjuk jalan menuju lokasi tersebut. Meskipun lokasinya sulit dicari, tapi ini
Catatan ini tidak akan membahas tentang Batu Qur’an, hari ini beruntung saya dapat mengunjungi salah satu patilasan sang Syekh. Patilasan yang terletak di Desa Campaka Kampung Garokgek Kecamatan Kaduhejo ini memang tidak begitu dikenal masyarakat dibanding Batu Qur’an. Lokasinya
yang agak masuk kedalam kampung memang akan sulit ditemui pengunjung apalagi ditambah dengan tidak adanya petunjuk jalan menuju lokasi tersebut. Meskipun lokasinya sulit dicari, tapi ini
Label:Sejarah | 2
komentar
Langganan:
Postingan
(Atom)